Empat jam ini bukan kelas teori. Peserta menganalisis data sungguhan, menyusun argumen, lalu membawanya masuk ke simulasi papan strategi The Boardroom Battle — dihadapkan langsung pada interupsi, keberatan, dan pertanyaan tajam dari panel.
Satu-satunya jalan keluar: rekomendasi yang kuat, dan keberanian menyampaikannya.
Bukan soal kurang data. Soal siapa yang lebih dulu bisa mengubahnya jadi keputusan.
Tim Anda mungkin sudah tenggelam dalam dashboard dan laporan. Tapi banjir data tidak otomatis melahirkan keputusan yang tepat.
Analisisnya boleh tajam. Tapi begitu harus meyakinkan pimpinan secara langsung, banyak yang kehilangan momentum — dan kehilangan kepercayaan diri.
Pimpinan tidak lagi puas hanya dengan angka. Mereka ingin insight yang jelas, argumen yang kokoh, dan rekomendasi yang berani dipertanggungjawabkan.
Speak Through Data melatih tim mengubah data jadi cerita yang meyakinkan — cukup kuat untuk mengubah arah keputusan di ruang rapat.
Bukan teori di kelas. Kemampuan yang langsung kelihatan di rapat berikutnya.
Tahu persis isu mana yang layak dibawa ke meja pimpinan — dan mana yang cuma noise.
Menyaring pola dan tren jadi satu insight yang benar-benar penting, bukan sekadar ringkasan angka.
Memilih bukti paling kuat untuk tiap rekomendasi — bukan menumpuk semua data yang ada.
Menyambungkan insight ke langkah nyata: konkret, logis, dan siap dieksekusi.
Menyajikan data dengan tenang dan jelas — bahkan saat semua mata tertuju ke slide-nya.
Tidak goyah saat rekomendasinya diserang. Mempertahankan argumen dengan data, bukan emosi.
Pada akhirnya, peserta mampu mengubah data menjadi dampak nyata dalam setiap keputusan yang diambil.
Bagian inilah yang bikin peserta lupa kalau ini sedang training.
Tiap tim masuk ke papan strategi The Boardroom Battle: menyusun argumen, dihajar interupsi dan pertanyaan sulit dari panel, lalu bertaruh untuk satu hal — CEO Approval.
AI membantu kita menemukan insight lebih cepat. Namun, kemampuan membawa insight menjadi keputusan itulah yang menciptakan dampak.
Tiap level menutup satu celah yang biasanya bikin presentasi data gagal meyakinkan siapa pun.
Memilah isu mana yang benar-benar layak dibawa ke ruang keputusan — dan berani meninggalkan yang tidak.
Mengubah insight jadi narasi yang punya alur, bukti, dan pesan yang nempel di kepala pendengarnya.
Menyampaikan dan mempertahankan rekomendasi itu di depan panel — dengan tekanan yang terasa nyata.
Bukan sekadar memahami data, tetapi berlatih menggunakan data dalam konteks keputusan.
Tidak ada sesi basa-basi. Tiap menit punya tujuan, dan berakhir di simulasi yang sesungguhnya.
240 menit yang dirancang untuk terasa berat saat dijalani — dan langsung terpakai begitu training selesai.
Perjalanan Aditya dimulai tahun 2011 sebagai Marketing Officer, lalu masuk ke dunia Training & Development selama lebih dari satu dekade — mulai dari Section Head, Director, hingga akhirnya mendirikan AKV Training & Consulting pada 2025. Di sepanjang jalan itu, ia mengumpulkan belasan sertifikasi profesional dan menggabungkannya dengan latar belakang HR untuk merancang program yang seru diikuti sekaligus kepakai beneran di kerjaan sehari-hari.
dan beberapa program lainnya
dan beberapa komunitas lainnya
Presentasi data selalu berakhir dengan "nanti didalami lagi"
Tim jago olah data di Excel, tapi mendadak grogi di depan direksi
Rekomendasi sering mentah, argumennya belum cukup kuat untuk ditindaklanjuti
AI sudah dipakai untuk analisis, tapi hasilnya belum sampai jadi keputusan
Tim baru bisa "membaca data", belum bisa "mempertahankan rekomendasi"
Training presentasi biasa sudah dicoba, tapi hasilnya tidak terasa di rapat sungguhan
Kalau begitu, saatnya bawa tim Anda ke ruang rapat yang sesungguhnya — sebelum yang asli terjadi.
Ceritakan kebutuhan tim Anda, dan kami siap bantu sesuai kebutuhan tim Anda.
Diskusi dengan Kami